Perasaan rindu ini semakin menggunung
Memecah belah setiap bebatuan yang di geruni para pendaki
Seperti ingin mencari, tanpa tau apa yang ingin di temui
Seperti ingin mengadu, tanpa tau apa yang luruh
Rindu ini semakin meradang
Merusak bagian2 kehidupan, membuat rasa asing
Memeluk kerut2 sunyi di bagian terdalam hening pagi
Menjalarkan kegamangan yang makin sukar, susah pudar.
Bagaimana mungkin rasa rindu ini melebihi rindu pada kekasih
Bagaimana mungkin hati ini berombang ambing letih pada yang tak dapat di jumpai.
Rindu ini
Pada
Puisi.
Rilutasa
Jumat, 14 Oktober 2016
Minggu, 29 November 2015
Robek
Dimanakah kau sandarkan cakrawala itu tuan budiman?
Saat kau pasung hidupku dalam ketakutan yang menghitam
Kapankah fajar? Masihkah tergenang dalam angan yang melebar?
Matikah ia bila kau lepaskan?
Apa yang kau benamkan?
Dan apa yang ku tangkap dari celah gonggongan syaitan yang menghujam?
Menjadi malaikat suram yang menyulam benang2 kematian.
30 Nov 2008.
Republished.
Saat kau pasung hidupku dalam ketakutan yang menghitam
Kapankah fajar? Masihkah tergenang dalam angan yang melebar?
Matikah ia bila kau lepaskan?
Apa yang kau benamkan?
Dan apa yang ku tangkap dari celah gonggongan syaitan yang menghujam?
Menjadi malaikat suram yang menyulam benang2 kematian.
30 Nov 2008.
Republished.
Minggu, 22 November 2015
Rindu Miliki
Siapa punya rindu?
kalau bercakap pun kamu gagu.
kalau bersenandung pun kamu malu.
kalau senyummu pun tersenyum benalu.
Siapa yang memiliki?
Jika di depannya pun kamu sendiri.
Jika Pintu pun macam tak nampak lubang kunci.
Jika syair mu pun selalu lirih.
Gadis, apa yang nampak sungguh dipersulit dari semua ini.
Rindu dan memiliki tidak pernah berjalan serasi.
Lucu saja kalau kau harus bersedih sebab rindu, cemberut sebab memiliki.
Dunia ini lebih indah dari apa yang kau genggam di hati.
Siapa punya rindu dan memiliki?
Kalau dan jika masih selalu terbit di puisi.
Rilutasa.
November 2015
kalau bercakap pun kamu gagu.
kalau bersenandung pun kamu malu.
kalau senyummu pun tersenyum benalu.
Siapa yang memiliki?
Jika di depannya pun kamu sendiri.
Jika Pintu pun macam tak nampak lubang kunci.
Jika syair mu pun selalu lirih.
Gadis, apa yang nampak sungguh dipersulit dari semua ini.
Rindu dan memiliki tidak pernah berjalan serasi.
Lucu saja kalau kau harus bersedih sebab rindu, cemberut sebab memiliki.
Dunia ini lebih indah dari apa yang kau genggam di hati.
Siapa punya rindu dan memiliki?
Kalau dan jika masih selalu terbit di puisi.
Rilutasa.
November 2015
Selasa, 01 Oktober 2013
Elegi.
Apa yang tiba2 menyesakkan?
Membuat syair yang telah lama tersesat kembali pulang?
Apa yang tiba2 mendebarkan?
Membuat kata yang telah lelah kembali muda?
Rasa rindu yang menjalar halus lewat pori2 kulit itu kini telah menguat dan tumbuh subur, menjadi sebuah dilema yang tak kunjung benar.
Membuat siang terasa buram, membuat malam terasa lama.
Sayang,
Selama ini aku tahu aku mencintaimu
Tapi tak pernah setahu ini kalau aku benar2 terlalu mencintaimu.
Rindu ini bukan dalam diam..
Tapi dia tetap terasa menyiksa
Membuat nafas terasa lebih berat
Membuat indah terasa lebih maya
Sayang,
Kutunggu kau di awal sabtu
Di penghujung bulan layu
Sembari terus berjanji
Takkan pernah membiarkanmu pergi sendiri lagi.
Bagaimana dapat lari
Kalau cuma kau saja yang bermain di ujung mata ini.
riLutasa .
Kamis, 10 Januari 2013
Being a mommy!!
Heiho!!!
Kayaknya lama banget ya aku ga nge post blog,
sebenernya bukan sibuk atau apa sih, lebih ke pusing berkarakter, jadi semenjak dua menjak jadi mommy kepada tuan putri Tiaz Zahra, saya jadi ngerasa blog rilutasa sangat tua :p pengennya lebih warna warni, lebih ceria gitu.. Hihi
Apa2pun mulai skrg saya bakalan nyoba buat aktif di blog dgn cara yang berbeda, pssst mulai sekarang jangan kaget kalo bakalan banyak foto Zahra disini yaaa :p
Say hello to the world Zahra.. Cheers :D
Kayaknya lama banget ya aku ga nge post blog,
sebenernya bukan sibuk atau apa sih, lebih ke pusing berkarakter, jadi semenjak dua menjak jadi mommy kepada tuan putri Tiaz Zahra, saya jadi ngerasa blog rilutasa sangat tua :p pengennya lebih warna warni, lebih ceria gitu.. Hihi
Apa2pun mulai skrg saya bakalan nyoba buat aktif di blog dgn cara yang berbeda, pssst mulai sekarang jangan kaget kalo bakalan banyak foto Zahra disini yaaa :p
Say hello to the world Zahra.. Cheers :D
Senin, 13 Agustus 2012
Kado (Tambahan) Dari Tuhan
Saya tahu, susah sekali mendeskripsikan seseorang. Apalagi kalau seseorang itu (terlalu lama) ada di hati kamu. Rasanya seperti, kamu tidak pernah tahu kehebatannya, kamu tidak pernah tahu kelebihannya. Semua terlihat seperti biasa. Karena kamu sudah terbiasa dengannya.
Bagaimana cara dia bertutur, tentu. Bagaimana cara dia tersenyum, atau bahkan bagaimana cara dia tertidur. Saya menulis ini bukan karena kehilangannya. Hanya saja saya terlanjur menganggapnya berharga, tanpa harus kehilangannya. Dulu saya (terlalu) sering tidur (cuma) berdua dengannya. Saya bahkan hafal cara dia melangkah ingin masuk kamar. Mengambil Handphonenya tanpa harus meminjam, main laptopnya tanpa harus izin.
Saya seperti mendapatkan orang yang melengkapi saya. Dia seperti menggantikan peran keluarga dalam hidup saya. Dan ya, memang dia sekarang menjadi keluarga saya. Dia terlalu baik, tempat saya membocorkan isi perahu hati saya. Kadang2 dia memperlakukan saya seperti anak kecil, dan saya (tentu) selalu mempertegas diri saya, saya bukan anak kecil (dan itu malah membuat keanak kecilan saya makin tampak).
Saya rasa dia pandai, pandai dalam berfikir, pandai dalam nasihat, bijak dalam merancang sesuatu mulai dari keuangan sampai urusan hati, hehe. Dia sering mengusap tangis saya, Dia ikut tertawa bersama saya, ikut berjuang dalam setiap perjuangan saya, ikut berkelana dalam petualangan saya.
Sampai tiba suatu masa, saya terlalu sibuk dengan dengan hidup saya, membuat saya seperti banyak tidak tahu tentang dia, kalau saya rindu, saya hubungi dia, dan seperti biasa, tidak ada beda, dia selalu seperti yang saya sayangi, seolah2 dia tidak pernah benar2 jauh dari saya.
Saya betul2 tidak bisa membayangkan kalau Tuhan tidak mengirimnya untuk saya.
RILUTASA
Tulisan ini dibuat, tanpa editing, bergulir begitu saja melalui hati. Maaf kalau terkesan semrawut. memang cuma sekedar untuk ungkapan hati.
buat kamu met, Iffa Aisya Umaya.
Kamu bisa bacanya kapan aja, kalau kamu lagi rajin nge stalking aku. hehehe
Love you too much.
Minggu, 13 Mei 2012
Begini Jadinya..
Begini jadinya, kalau kau tidak pernah ada di posisiku,
Kau bisa bilang dengan mudahnya jika aku menipu..
Air mata yang aku punya, palsu.
Malam itu aku memintamu untuk menemuiku, sebelum kamu mulai petualangan hidupmu yang baru, setidaknya untuk satu dua kata yang selama ini ingin aku ungkap, tapi tak mampu. Aku pacu mobilku dengan laju, ke suatu tempat yang kau beritahu.
Dengan mudahnya kau ucap, kau sudah beranjak dari situ ketika aku menelponmu. Aku tak tahu, harus diam atau berlalu.
Setidaknya, tak ingin ini berakhir sia2, aku pergi menemuiku sahabatku, entah angin apa, atau rasa yang terlalu hampir tumpah, yagn membuatku mengalirkan jutaan cerita tentangmu, padanya. Dia diam, aku tahu mungkin jauh di lubuk hatinya ada perasaan serba salah, karena mungkin aku salah meluah, bagaimanapun juga, pernah ada hubungan sulit antara kau dan dia.
Tanpa sengaja airmata ku tumpah, aku kalah, pada banyak rasa yang sudah lama aku biar, aku anggap tak ada. aku benar2 kalah, aku seperti tak ingin membiarkanmu pergi. Aku seperti menyesal, bahkan tak sempat mengejarmu.
Aku lupa kau juga punya cita2, aku sibuk dengan punyaku, lupa kau akan pergi dengan citamu..
Aku pasrah, besok aku tak bisa mengantarmu, lagi2 kmu harus kubiarkan terbiar karena cita2.
Lalu kini 2 tahun setelahnya. setelah air mata itu aku jadikan rahasia. kau dengan mudahnya mengatakan, bahwa aku berdusta.
Adakah sesuatu yang tak kuungkap, boleh kau samakan denga pendustaaan?
Begini jadinya kalau kau tak pernah tahu,
Bahwa aku terlalu mencintaimu.
Sehingga sikapku gagu.
RILUTASA
Kau bisa bilang dengan mudahnya jika aku menipu..
Air mata yang aku punya, palsu.
Malam itu aku memintamu untuk menemuiku, sebelum kamu mulai petualangan hidupmu yang baru, setidaknya untuk satu dua kata yang selama ini ingin aku ungkap, tapi tak mampu. Aku pacu mobilku dengan laju, ke suatu tempat yang kau beritahu.
Dengan mudahnya kau ucap, kau sudah beranjak dari situ ketika aku menelponmu. Aku tak tahu, harus diam atau berlalu.
Setidaknya, tak ingin ini berakhir sia2, aku pergi menemuiku sahabatku, entah angin apa, atau rasa yang terlalu hampir tumpah, yagn membuatku mengalirkan jutaan cerita tentangmu, padanya. Dia diam, aku tahu mungkin jauh di lubuk hatinya ada perasaan serba salah, karena mungkin aku salah meluah, bagaimanapun juga, pernah ada hubungan sulit antara kau dan dia.
Tanpa sengaja airmata ku tumpah, aku kalah, pada banyak rasa yang sudah lama aku biar, aku anggap tak ada. aku benar2 kalah, aku seperti tak ingin membiarkanmu pergi. Aku seperti menyesal, bahkan tak sempat mengejarmu.
Aku lupa kau juga punya cita2, aku sibuk dengan punyaku, lupa kau akan pergi dengan citamu..
Aku pasrah, besok aku tak bisa mengantarmu, lagi2 kmu harus kubiarkan terbiar karena cita2.
Lalu kini 2 tahun setelahnya. setelah air mata itu aku jadikan rahasia. kau dengan mudahnya mengatakan, bahwa aku berdusta.
Adakah sesuatu yang tak kuungkap, boleh kau samakan denga pendustaaan?
Begini jadinya kalau kau tak pernah tahu,
Bahwa aku terlalu mencintaimu.
Sehingga sikapku gagu.
RILUTASA
Rabu, 02 Mei 2012
Random
Saya bertekad untuk mencari ruang2 tersisa di hati teman2 lama saya,
ya! saya bertekad!
RILUTASA
ya! saya bertekad!
RILUTASA
Rabu, 28 Desember 2011
Ketika Mencintaimu
Ketika kamu merasa lelah berjalan mengarungi hidupmu,
ingatlah aku yang disampingmu, mencintaimu.
Ketika sekitarmu tengah tak berpihak pada jalanmu,
ingatlah aku yang mendoakanmu, mencintaimu.
Ketika kamu rasa tertekan, menjadi tak tenang,
ingatlah aku yang mengkhuatirkanmu, mencintaimu.
ketika hari menjadi begitu senja, hujan telah reda, panas nampak enggan berbicara.
Ingatlah aku yang mencintaimu, selalu mencintaimu.
(puisi ini ada dalam draft, terasa terlalu merayu, tapi dipublish juga, untuk cinta hidup dan matiku)
RILUTASA.zj
ingatlah aku yang disampingmu, mencintaimu.
Ketika sekitarmu tengah tak berpihak pada jalanmu,
ingatlah aku yang mendoakanmu, mencintaimu.
Ketika kamu rasa tertekan, menjadi tak tenang,
ingatlah aku yang mengkhuatirkanmu, mencintaimu.
ketika hari menjadi begitu senja, hujan telah reda, panas nampak enggan berbicara.
Ingatlah aku yang mencintaimu, selalu mencintaimu.
(puisi ini ada dalam draft, terasa terlalu merayu, tapi dipublish juga, untuk cinta hidup dan matiku)
RILUTASA.zj
Minggu, 13 November 2011
Zhije
Kekasih yang setiap hari membuat aku jatuh cinta,
aku akan selalu mengingat hari2 pertama kita, bagaimana kita menyulam cerita menjadi indah, bagaimana teka teki menyatukan kita, dan bagaimana satu minggu terasa begitu sempurna.
Kau memang bukanlah yang pertama, tapi kaulah segalanya. Segala tempat peristirahatanku, segala tempat berlabuhnya keluh kesahku, segala tempat mendaratnya semua peluk dan cium cintaku.
Kekasih, hari itu cerita kita di mulai tanpa sengaja, tanpa arah. Tapi caramu menguasaiku benar2 sempurna, kamu bahkan mampu merebut seluruh sisa hidupku untuk mencintaimu.
Kekasih yang hari itu telah mengambilku dari orang tuaku,
kini tak lama lagi, akan ada orang baru dalam hidup kita, jejak kaki kecilnya, tangisnya, tawanya dan senyumnya, akan menjadi sebuah cerminan, bahwa begitu nyatanya cinta kita. Semoga dia yang kita harapkan boleh benar2 menjadi cerminan masa depan kita nantinya, hingga hari dimana kita kembali berdua, ketika mereka menemukan hidup bersama pasangannya.
Jika dalam cerita kita, kamu banyak mengalah, maafkanlah. Aku tahu itu tak semestinya terjadi, Aku tak pernah berniat untuk menyakitimu, karena kamu sekarang adalah tujuan hidupku.
Seandainya saja ada cinta yang lebih indah, itulah cinta untuk anak2 kita nantinya..
Rilutasa.
aku akan selalu mengingat hari2 pertama kita, bagaimana kita menyulam cerita menjadi indah, bagaimana teka teki menyatukan kita, dan bagaimana satu minggu terasa begitu sempurna.
Kau memang bukanlah yang pertama, tapi kaulah segalanya. Segala tempat peristirahatanku, segala tempat berlabuhnya keluh kesahku, segala tempat mendaratnya semua peluk dan cium cintaku.
Kekasih, hari itu cerita kita di mulai tanpa sengaja, tanpa arah. Tapi caramu menguasaiku benar2 sempurna, kamu bahkan mampu merebut seluruh sisa hidupku untuk mencintaimu.
Kekasih yang hari itu telah mengambilku dari orang tuaku,
kini tak lama lagi, akan ada orang baru dalam hidup kita, jejak kaki kecilnya, tangisnya, tawanya dan senyumnya, akan menjadi sebuah cerminan, bahwa begitu nyatanya cinta kita. Semoga dia yang kita harapkan boleh benar2 menjadi cerminan masa depan kita nantinya, hingga hari dimana kita kembali berdua, ketika mereka menemukan hidup bersama pasangannya.
Jika dalam cerita kita, kamu banyak mengalah, maafkanlah. Aku tahu itu tak semestinya terjadi, Aku tak pernah berniat untuk menyakitimu, karena kamu sekarang adalah tujuan hidupku.
Seandainya saja ada cinta yang lebih indah, itulah cinta untuk anak2 kita nantinya..
Rilutasa.
Selasa, 20 September 2011
Ter.ucap
Kamu datang hari itu
Langkah tegak mengayun, tanpa ragu, kamu pijakkan juga kaki di rumah itu. Entah, apa yang ada di pikiranmu. Sejak hampir beberapa bulan lalu, aku sudah terlalu jenuh menebak2. yang aku tahu, kamu tahu, akan ada aku, di sekian banyak individu, di rumah itu.
Apa yang kamu perkirakan. Adakah kamu sebenarnya mencuri pandang selama pertemuan kita di satu ruang itu. Atau kamu menganggap aku sama dengan individu2 lain yang kurang kamu tahu. Mungkin saja kamu bergaris teguh dengan bualan setia pada yang satu. Aku tak tahu. Menebak2, hanya membuat aku rapuh.
Begitu pun aku. Hatiku batu. Tak ada yang namanya ingin sekali menoleh padamu. Aku telah lama mati untukmu. Peduli apa kamu telah mati atau berkisar sendiri dalam bayangku. Kamu yang pergi. Jadi aku disini bukan apa2. Bukan pemberi keputusan, apalagi pelengkap jawaban.
Jangan tanya kenapa aku tulis ini. aku pun jauh dari iri. Hanya saja, dulu yang kau namakan cinta itu membuat aku mau tak mau luruh hari itu. Sekilas nampak bayangmu, tembokku runtuh.
Jangan pernah berharap aku akan berbaik2 bertanya kabarmu. Apatah lagi harus menipu bertanya tentang perempuanmu. Kamu tahu aku kan? Dulu kita pernah satu kan?
Jadi kamu tahu ini bukan persaingan untukku. Hanya sekedar rindu yang sekelebat datang, rindu, pada sosokmu yang dulu.
Dan aku pun tahu, hari itu, dalam dudukmu, dalam diammu, kamu malah dengan sadisnya merindukan perempuanmu yang baru saja kau jumpai setengah jam yang lalu.
RILUTASA.
Kamis, 08 September 2011
Untuk mu yang besok akan melewati gerbang kehidupan baru..
Semoga sakinah, mawaddah, warrahmah..
Perasaanku akan tetap sama..
Seperti yang pernah kuucapkam di hari ultah mu 3 tahun yang lalu
May 25, 2009Luli Aisah
semoga pesan ini tidak di baca
makasih sudah menjadi seorang saudara yang tidak perlu repot2 mama lahirkan untuk saya^^
makasih sudah menjadi seorang sahabat yang saya bisa sandarkan resah
makasih sudah menjadi seorang pendengar yang sekedar lalu namun bisa menghapus gelisah di hati saya
makasih sudah menjadi seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya
makasih sudah mencuri ruang khusus di hati saya untuk ditempati
maaf tidak bisa menjadi saudara,sahabat,pendengar yang baik..
luli sayang mb ntis..
met hari lahir... '',
(kata2 terakhir sekedar intermezzo,hehe)
Semoga kita bisa menjadi perhiasan yang terindah untuk suami kita ya mbak..
RILUTASA.
Dedikasi untuk saudara dunia (insya Allah) akhiratku
Trisnawati.
Semoga sakinah, mawaddah, warrahmah..
Perasaanku akan tetap sama..
Seperti yang pernah kuucapkam di hari ultah mu 3 tahun yang lalu
May 25, 2009Luli Aisah
semoga pesan ini tidak di baca
makasih sudah menjadi seorang saudara yang tidak perlu repot2 mama lahirkan untuk saya^^
makasih sudah menjadi seorang sahabat yang saya bisa sandarkan resah
makasih sudah menjadi seorang pendengar yang sekedar lalu namun bisa menghapus gelisah di hati saya
makasih sudah menjadi seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya
makasih sudah mencuri ruang khusus di hati saya untuk ditempati
maaf tidak bisa menjadi saudara,sahabat,pendengar yang baik..
luli sayang mb ntis..
met hari lahir... '',
(kata2 terakhir sekedar intermezzo,hehe)
Semoga kita bisa menjadi perhiasan yang terindah untuk suami kita ya mbak..
RILUTASA.
Dedikasi untuk saudara dunia (insya Allah) akhiratku
Trisnawati.
Rabu, 24 Agustus 2011
Jangan sembarangan ambil keputusan buat lebaran bersama keluarga orang lain,
Karena lo akan ketagihan sesudahnya.
dan "terpaksa" mennggilirkan waktu lebaranmu untuk dirumahmu, dan di rumahnya :p
untuk seorang sahabat,
RILUTASA
dan "terpaksa" mennggilirkan waktu lebaranmu untuk dirumahmu, dan di rumahnya :p
untuk seorang sahabat,
RILUTASA
Yang Berbisik Di Belakang, Berarti ya di belakang.
Saya suka merasa kasihan, kepada orang2 yang berkoar2 penuh nafsu orasi tentang benci sesuatu dan tidak peduli akan sesuatu, tetapi kemarahan dia memuncak justru saat berada pada titik itu.
Sadar atau tidak, dan saya yakin dia sadar, kalau satu2nya alasan dia (berpura2) tidak peduli adalah karena level dia jauh berada di bawah pada apa yang dia sebutkan itu. Dengki dia malah menjadi2 dan hidup dia malah merasa semakin di hantui.
Dia bisa saja berkata, kalau dia sudah bersyukur pada kehidupan sekarang, dia merasa bahagia dengan apa yang di raihnya, padahal kenyataannya setiap saat dia berusaha meredam penasarannya atas apa yang dia irikan dan dia bencikan, dia berusaha untuk membenci semua yang disukai oleh orang yang dia iri terhadapnya, dia berusaha untuk tidak sama dan berpijar pada warna yang berbeda. Tetapi sayang sekali, dia makin terpuruk dengan keadaanya dan makin jauh di ambang amarah.
Kasihan sekali, dia malah jadi tidak bisa membedakan jenis2 lingkar kata. Kata teman baik saya, mesti dulu setiap guru jelasin pelajaran bahasa Indonesia jaman dia sekolah, dia kebanyakan ngayal jadi orang yang dia (iri) benci itu, :))
Yang berbisik atau malah berteriak2 di belakang, berarti ya di belakang.. hehe, banyak2 istighfar ya sayang..
RILUTASA
Minggu, 21 Agustus 2011
Rabu, 17 Agustus 2011
Tumblr
- Kenapa tajuknya Tumblr?
dan taraaaa... jadilah blog Tumblr baru saya, dengan namanya yang cukup komersil Zhijewedges Semoga Tumblr ini bisa jadi adik yang baik untuk si Een Kopje Cappucino. :)
- Terus apa bedanya Tumblr dgn Blogspot?
Selamat menikmati kedua blog saya, semoga berkenan :)
untuk kenangan yang (masih) sering saya cari jejaknya
( :benar: ini memang bukan puisi )
sedikitpun aku tidak pernah bahagia, :saat kau merasa aku pernah: mengambil yang pernah menjadi milikmu.
mungkin memang saat itu ada cinta yang kutunggu,
tapi aku tidak pernah menjadikan persahabatan kita berakhir setega itu.
karena tak satupun dari detik kita, kulalui untuk mengelabuimu.
tidak ada luka atau perih yang ingin aku ulang.. tolong ingatlah canda dan tangis kita.
karena bukan cuma satu pihak saja yang menganggap ini indah. hatiku masih terus sering bertanya tentang kabarmu. tentang hidupmu.
aku tak penah menaifkan ini.dan luka yang aku punya saat itu.bukan karena mu.
semua ini tidak bisa diselesaikan dengan terserah. dia hanya manusia yang kebetulan pernah mampir di hidupmu. dan secara tidak sengaja juga pernah hadir di hatiku.dan bukan suatu penyesalan jika tidak seorangpun dari kita mendapatkannya, bukan? beruntung aku tau, kau telah berbahagia dengan lelakimu. dan :untuk kau tau: aku juga telah berbahagia dengan hidupku.
tapi jujur aku rindu berbagi. tentang jalan yang aku lewati tanpamu.
berharap dapat lewati masa gelap dan terang kita seperti dulu. karena, sudah tak ada lagi cinta di tengahnya :sekalipun ada itu tidak pernah mempengaruhi hubungan kita kan:.
seperti ucapku kala itu. dan setujumu tentang itu. kita akan terus jadi sahabat. walau tinggal nama sekalipun.
luli
untuk seorang sahabat. yang mempublishkan notesnya pada 21 january 2009, dan saya merasa sedang dibicarakan di dalamnya.
jangan ikhlaskan saya. cinta itu sudah kadaluarsa.
aku hanya bisa berharap, kita bisa mengubah kekejaman takdir itu.
kembalilah dalam cerita.
sedikitpun aku tidak pernah bahagia, :saat kau merasa aku pernah: mengambil yang pernah menjadi milikmu.
mungkin memang saat itu ada cinta yang kutunggu,
tapi aku tidak pernah menjadikan persahabatan kita berakhir setega itu.
karena tak satupun dari detik kita, kulalui untuk mengelabuimu.
tidak ada luka atau perih yang ingin aku ulang.. tolong ingatlah canda dan tangis kita.
karena bukan cuma satu pihak saja yang menganggap ini indah. hatiku masih terus sering bertanya tentang kabarmu. tentang hidupmu.
aku tak penah menaifkan ini.dan luka yang aku punya saat itu.bukan karena mu.
semua ini tidak bisa diselesaikan dengan terserah. dia hanya manusia yang kebetulan pernah mampir di hidupmu. dan secara tidak sengaja juga pernah hadir di hatiku.dan bukan suatu penyesalan jika tidak seorangpun dari kita mendapatkannya, bukan? beruntung aku tau, kau telah berbahagia dengan lelakimu. dan :untuk kau tau: aku juga telah berbahagia dengan hidupku.
tapi jujur aku rindu berbagi. tentang jalan yang aku lewati tanpamu.
berharap dapat lewati masa gelap dan terang kita seperti dulu. karena, sudah tak ada lagi cinta di tengahnya :sekalipun ada itu tidak pernah mempengaruhi hubungan kita kan:.
seperti ucapku kala itu. dan setujumu tentang itu. kita akan terus jadi sahabat. walau tinggal nama sekalipun.
luli
untuk seorang sahabat. yang mempublishkan notesnya pada 21 january 2009, dan saya merasa sedang dibicarakan di dalamnya.
jangan ikhlaskan saya. cinta itu sudah kadaluarsa.
aku hanya bisa berharap, kita bisa mengubah kekejaman takdir itu.
kembalilah dalam cerita.
Ps : Unfortunately, it is just a fiction. Sebuah sahutan untuk tulisan seorang sahabat saya, yang juga cuma fiksi, dan sempat di salah artikan oleh banyak orang.
21 august 2009
RILUTASA
Senin, 15 Agustus 2011
Dari Adikku Tercinta
Pernikahan atau perkawinan
Menyibak tabir rahasia
Suami yang menikahimu
tidaklah semulia Muhammad SAW,
tidaklah setaqwa Ibrahim AS,
pun tidak setabah Ayyub AS,
ataupun segagah Musa AS,
apalagi setampan Yusuf AS,
Justru suamimu hanyalah suami akhir zaman
yang punya cita-cita membangun keturunan yang shaleh..
Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya.
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
seandainya suami masinis yang lancang,
sabarlah memperingatkannya.
Pernikahan atau perkawinan
Menyadarkan akan perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dam ridha Allah Swt.
Karena memiliki suami yang tidak segagah mana.
Justru….
Kamu akan tersentak dari Alpa
Kamu bukanlah khadijah, yang begitu sempurna dalam menjaga,
Pun bukan Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman
Yang berusaha menjadi sholehah
Amin.
“Selamat Menulis Cerita Indah Tentang Kehidupan Melalui Pena Pernikahan.”
Barakallahulaka wa baraka alaika wajama’a baina kuma fii khoir
Barakallahulaka wa baraka alaika wajama’a baina kuma fii khoir
untuk ayuk luli
Terimakasih sayang,
Dengan cinta yang teramat sangat untukmu,
RILUTASA
Kisah Cinta Ali dan Fatimah
Ingatlah kepada Fatimah binti Rasulullah saw yang berdialog kepada Ali bin Abi Tholib setelah mereka menikah. Fatimah berkata:
”Wahai Ali, sebenarnya ada seorang pemuda di Madinah yang aku dambakan untuk menikah dengan diriku, Dia tampan, bijaksana dan penuh pengertian….”
Ali terkejut, ”jadi, engkau menyesal menikah denganku?”, jawab sang suami.
Dengan tersenyum Fatimah menjawab, ”Pemuda itu adalah engkau.”
RILUTASA
-Jika apa yang kau doakan adalah yang terbaik untukmu, Allah pasti menjabahnya :)
Minggu, 14 Agustus 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
