Siapa punya rindu?
kalau bercakap pun kamu gagu.
kalau bersenandung pun kamu malu.
kalau senyummu pun tersenyum benalu.
Siapa yang memiliki?
Jika di depannya pun kamu sendiri.
Jika Pintu pun macam tak nampak lubang kunci.
Jika syair mu pun selalu lirih.
Gadis, apa yang nampak sungguh dipersulit dari semua ini.
Rindu dan memiliki tidak pernah berjalan serasi.
Lucu saja kalau kau harus bersedih sebab rindu, cemberut sebab memiliki.
Dunia ini lebih indah dari apa yang kau genggam di hati.
Siapa punya rindu dan memiliki?
Kalau dan jika masih selalu terbit di puisi.
Rilutasa.
November 2015
Minggu, 22 November 2015
Selasa, 01 Oktober 2013
Elegi.
Apa yang tiba2 menyesakkan?
Membuat syair yang telah lama tersesat kembali pulang?
Apa yang tiba2 mendebarkan?
Membuat kata yang telah lelah kembali muda?
Rasa rindu yang menjalar halus lewat pori2 kulit itu kini telah menguat dan tumbuh subur, menjadi sebuah dilema yang tak kunjung benar.
Membuat siang terasa buram, membuat malam terasa lama.
Sayang,
Selama ini aku tahu aku mencintaimu
Tapi tak pernah setahu ini kalau aku benar2 terlalu mencintaimu.
Rindu ini bukan dalam diam..
Tapi dia tetap terasa menyiksa
Membuat nafas terasa lebih berat
Membuat indah terasa lebih maya
Sayang,
Kutunggu kau di awal sabtu
Di penghujung bulan layu
Sembari terus berjanji
Takkan pernah membiarkanmu pergi sendiri lagi.
Bagaimana dapat lari
Kalau cuma kau saja yang bermain di ujung mata ini.
riLutasa .
Langganan:
Postingan (Atom)