Ketika kamu merasa lelah berjalan mengarungi hidupmu,
ingatlah aku yang disampingmu, mencintaimu.
Ketika sekitarmu tengah tak berpihak pada jalanmu,
ingatlah aku yang mendoakanmu, mencintaimu.
Ketika kamu rasa tertekan, menjadi tak tenang,
ingatlah aku yang mengkhuatirkanmu, mencintaimu.
ketika hari menjadi begitu senja, hujan telah reda, panas nampak enggan berbicara.
Ingatlah aku yang mencintaimu, selalu mencintaimu.
(puisi ini ada dalam draft, terasa terlalu merayu, tapi dipublish juga, untuk cinta hidup dan matiku)
RILUTASA.zj
Een Kopje Cappuccino
Satu Cangkir, Untuk Semua Opium.
Rabu, 28 Desember 2011
Minggu, 13 November 2011
Zhije
Kekasih yang setiap hari membuat aku jatuh cinta,
aku akan selalu mengingat hari2 pertama kita, bagaimana kita menyulam cerita menjadi indah, bagaimana teka teki menyatukan kita, dan bagaimana satu minggu terasa begitu sempurna.
Kau memang bukanlah yang pertama, tapi kaulah segalanya. Segala tempat peristirahatanku, segala tempat berlabuhnya keluh kesahku, segala tempat mendaratnya semua peluk dan cium cintaku.
Kekasih, hari itu cerita kita di mulai tanpa sengaja, tanpa arah. Tapi caramu menguasaiku benar2 sempurna, kamu bahkan mampu merebut seluruh sisa hidupku untuk mencintaimu.
Kekasih yang hari itu telah mengambilku dari orang tuaku,
kini tak lama lagi, akan ada orang baru dalam hidup kita, jejak kaki kecilnya, tangisnya, tawanya dan senyumnya, akan menjadi sebuah cerminan, bahwa begitu nyatanya cinta kita. Semoga dia yang kita harapkan boleh benar2 menjadi cerminan masa depan kita nantinya, hingga hari dimana kita kembali berdua, ketika mereka menemukan hidup bersama pasangannya.
Jika dalam cerita kita, kamu banyak mengalah, maafkanlah. Aku tahu itu tak semestinya terjadi, Aku tak pernah berniat untuk menyakitimu, karena kamu sekarang adalah tujuan hidupku.
Seandainya saja ada cinta yang lebih indah, itulah cinta untuk anak2 kita nantinya..
Rilutasa.
aku akan selalu mengingat hari2 pertama kita, bagaimana kita menyulam cerita menjadi indah, bagaimana teka teki menyatukan kita, dan bagaimana satu minggu terasa begitu sempurna.
Kau memang bukanlah yang pertama, tapi kaulah segalanya. Segala tempat peristirahatanku, segala tempat berlabuhnya keluh kesahku, segala tempat mendaratnya semua peluk dan cium cintaku.
Kekasih, hari itu cerita kita di mulai tanpa sengaja, tanpa arah. Tapi caramu menguasaiku benar2 sempurna, kamu bahkan mampu merebut seluruh sisa hidupku untuk mencintaimu.
Kekasih yang hari itu telah mengambilku dari orang tuaku,
kini tak lama lagi, akan ada orang baru dalam hidup kita, jejak kaki kecilnya, tangisnya, tawanya dan senyumnya, akan menjadi sebuah cerminan, bahwa begitu nyatanya cinta kita. Semoga dia yang kita harapkan boleh benar2 menjadi cerminan masa depan kita nantinya, hingga hari dimana kita kembali berdua, ketika mereka menemukan hidup bersama pasangannya.
Jika dalam cerita kita, kamu banyak mengalah, maafkanlah. Aku tahu itu tak semestinya terjadi, Aku tak pernah berniat untuk menyakitimu, karena kamu sekarang adalah tujuan hidupku.
Seandainya saja ada cinta yang lebih indah, itulah cinta untuk anak2 kita nantinya..
Rilutasa.
Langgan:
Entri (Atom)