Jumat, 13 Agustus 2010

maaf (untuk postingan ini)

: Zhije


Sudah ku tarikan irama angin di sekitarmu
masihkah kau butuh selain aku?

Sudah ku nyanyikan waktuku di gravitasimu
Perlukah aku merayu?

atau aku harus menari sambil bernyanyi?
atau aku harus menyanyikan irama angin lalu menarikan waktu?



RILUTASA

Ntah kenapa

Kita pernah saling merindu kan?
Kamu yang aku rindu di balik dengung2 bisu, di balik betapa menyebalkannya sms dengan status menunggu, dibalik betapa bagaimana aku memintal2 permohonan untuk mendengar suaramu. di balik betapa besarnya kecurigaanku atas kesetiaanmu.
dan hari ini kamu bungkam mulutku dengan sempurna. Rasanya aku ingin mati saja.

Kita pernah saling mencinta kan?
Ketika kita sepakat mengubah panggilan untuk menjadi lebih indah. ketika kita bergumam tentang masa lalu sambil tertawa. Ketika mengecap manis dalam satu masa. ketika kita berbagi hati, membelah memori, di setiap pelangi yang selalu kita kagumi selepas hujan.
dan hari ini kamu campak keyakinanku dengan sempurna. Rasanya aku ingin mati saja.

Kita pernah menjadi kita kan?
Saat kita sepakat untuk berhenti bicara tentang aku dan kamu, dan mulai membicarakan kita. Saat itu aku jengah, aku lupakan tentang ketidakabadian. Kita bagiku sudah cukup, itu saja. aku terlalu sederhana, aku tak ingin apa2 lagi.
dan hari ini kamu tampar imajinasiku dengan sempurna. Rasanya aku ingin mati saja.

Marah. Emosi. Ego. Air mata. Tawa. Sedih. Jitra. Kentang. Lelah. Memori. Penerimaan atas diri sendiri. Keliling dunia. Kita. Indah. Gumam. Sabar. Umur 25. Ulang tahun berikutnya. Cinta yang sempurna.
memutar ruang otakku kembali.
ntah kenapa..
Hari ini rasanya aku ingin mati saja.




RILUTASA