Kamis, 23 Desember 2010

23des

: bunda anakku.

Aku kehilangan selera hidup.

Aku lupa bagaimana manisnya gula kapas yang lumer di lidah,
Salah, aku terlupa.

Aku makan apa yang ada, aku tidak peduli lagi tentang rasa.
Toh aku sudah buta rasa, aku sudah tak peka.

Aku lupa bagaimana nikmatnya menyisir jalan setapak yang lembab oleh hujan tiap senja.
Salah, aku terlupa.

Aku lalui apa yang tersedia aku tidak peduli lagi tentang nikmat.
Toh aku sudah mati indera, aku sudah tak nyata.

Aku berpijak pada satu jiwa, menjadi dunia. Membuat terlupa menjadi biasa.
Semua puisiku menjadi dia. Semua syairku menjadi satu rima.
Dimana cinta menjadi satu nama.
Merana.
Melanda.
Lara.



Rilutasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar